Pernah nggak…
rasanya sudah berlari sekencang mungkin,
tapi garis finish malah terasa makin jauh?
Sudah kerahkan semua tenaga,
tapi hasilnya belum seperti yang kamu minta.
Lelah, ya?
Aku tau kok.
Apalagi saat kamu merasa sudah memberi segalanya,
tapi harapan belum juga menyapa.
Memang,
takdir baik itu harus dijemput.
Mimpi besar harus dikejar,
tak cukup hanya ditunggu.
Tapi,
mengejar bukan berarti harus sampai kehilangan napas, kan?
Tanpa sadar,
kadang tuh kamu terlalu keras memaksa satu pintu terbuka.
Digedor berkali-kali sampai tangan terluka,
padahal kuncinya mungkin bukan di situ.
Coba kasih jeda sebentar untuk hatimu. Izinkan dirimu menerima hari ini apa adanya. Kalau gagal,
peluk dulu rasa kecewanya.
Akui kalau kamu sedih—
itu manusiawi kok.
Nantii,
setelah tenang,
baru lihat lagi langkahmu pelan-pelan.
Cek lagi jejaknya.
Salah di mana?
Kurang di mana?
Kalau cara kemarin belum berhasil,
mungkin sudah waktunya coba jalan lain.
Kalau jalan ini buntu,
mungkin ada jalan memutar yang pemandangannya jauh lebih indah.
Gagal, bangkit, perbaiki, coba lagi.
Begitu terus siklusnya.
Itu bukan tanda kamu kalah,
itu bukti kalau kamu sedang bertumbuh.
Upayakan yang terbaik dengan hati yang paling tulus.
Sisanya?
Percayakan itu pada Tuhan.
Biarkan Dia yang menentukan kapan hadiah terbaik-Nya sampai.
Bagianmu hanya menanam dan menyiram,
biar Tuhan yang menumbuhkan.
Jadi, nggak perlu lari tergesa-gesa.
Jalan saja.
Langkah demi langkah,
dengan strategi yang lebih matang dan hati yang lebih berserah.
Ingat yaaa,
kamu itu berharga,
dengan segala prosesmu. ^c^